Friday, 18 January 2013

Naskah " KEY"


KEY
Oleh : Mentari asgara putri

 Dua orang wanita berpakaian lusuh meringkuk disudut ruangan sebuah sel tahanan. Salah seorang diantara keduanya berbadan gemuk dan sudah agak tua. Sedang yang satunya berbadan kurus dan terlihat masih remaja. Wanita kurus itu berjalan kearah depan dan terduduk menyender didepan sel.

Alun : pagi ini kembali lagi. Masih pagi yang sama seperti 5 tahun lalu. Aku dan hukumanku. Hukuman yang seharusnya bukan untukku. Tetapi orang-orang yang meminta dirinya disebut sebagai teman, menjerumuskan aku disini. Seperti itukah yang disebut teman?
Tiba-tiba suara disudut ruangan membuyarkan lamunan alun.
Nora : akhhh.. suramnya tempat ini dari dulu tidak berubah. Setiap bangun  begini-begini saja. Memang sial.. ! beginilah nasib rakyat kecil, kenapa tidak seperti artis saja? Atau pejabat? Yang di ruang tahanannya ada tv, kulkas, tempat tidur, semua serba mewah.
Alun : sudahlah kaq.., setiap bangun pasti itu saja yang kakak keluhkan..
Nora :  aiihh,,. Sudah diam kau alun.., mendengar suaramu membuat badanku semakin pegal. sebaiknya cepat kau pijit saja badanku ini..,
Alun : iya kaq..

Hening.. tiba-tiba polisi penjaga menyeret masuk seorang tahanan wanita.
Polisi : cepat masukk..! jangan berleha-leha.. !
Wanita itu hanya menggerutu masuk kedalam sel. Terdiam sejenak lalu memandang kesekeliling.
Nora : hehh.. anak baru.. !! apa yang kau lihat? Jangan pandangi aku seperti itu. Seolah-olah aku ini seperti tikus menjijikkan saja.
Lisa : memangnya ukuran badanmu bisa menggambarkan seekor tikus? Hmm.. yang benar saja.
Nora : apa kau bilang? Berani-beraninya kau menghinaku.
Lisa : aku tidak menghinamu. Kau saja yang membuka aibmu sendiri.
Nora : setan kau.. !! kurang ajar.
(nora bangkit menghampiri lisa)
Alun : sudahlah kak.. bukankah kakak lagi tidak enak badan? Sebaiknya jangan hiraukan dia.
Nora : akhh.. kau benar.. hanya membuang-buang waktuku saja. Apakah kau tidak tau siapa aku hahh?? Aku nora. Sudah menguasai sel tahanan ini sejak 10 tahun yang lalu.
Lisa : huhh.. norak sekali kau ! apakah menjadi penghuni penjara selama 10 tahun adalah suatu hal yang harus dibanggakan?
Nora : hehh.. perempuan busuk. Kau disini sekarang hanyalah pendatang baru. Sebaiknya kau jaga ucapanmu. Lihat dirimu? Menjijikkan sekali.
Lisa : aihh.. jaga bicaramu.. tidak usah mempermasalahkan diriku,. Sebaliknya lihat dirimu yang kumal itu. Compang-camping, bahkan mungkin rambutmu tidak dikeramas. Segala jenis kutu beranak pinak dan membangun kerajaannya di kepalamu.
Alun : SUDAAHH.. !!! apa tidak ada hal yang lebih penting yang bisa kalian bicarakan selain ini?
(ketiganya  terdiam. Mengambil tempat masing-masing. Nora dan alun duduk berdampingan. Sedangkan lisa terduduk didepan jeruji besi. Diam-diam mereka saling mencuri pandang.)
Alun : hey.. namaku alun. Penghuni lama di sel tahanan ini. Setelah kak nora tentunya. ( mendekati lisa )
Lisa : aku lisa.
Alun : lalu apa yang menyebabkan kau ada disini?
Lisa : aku membunuh kakakku.
Alun : membunuh ? saudaramu sendiri? Kenapa kau lakukan itu.
Lisa : yahh.. aku tidak sengaja melakukannya dan bukan mauku melakukan perbuatan keji itu. Kami bertengkar hebat. Dan pisau itu menusuknya. Sudahlah aku tidak mau membahas hal itu lagi.
Alun : yahh.. aku mengerti. Aku juga bisa merasakan hal yang sama.. ketika aku menjadi kambing hitam perbuatan jahat seorang teman. Huhh., mereka memakai barang haram itu dan mengajakku untuk menambah relasi mereka. Mereka yang kuanggap teman meninggalkanku sendirian. Saat salah satu diantara mereka sakau dan berebut barang nista itu. Aku hanya terdiam dan tidak mengerti harus berbuat apa. Yang kutau, ketika salah satu diantara mereka mati akibat perkelahian. Akulah yang ada disitu untuk dimintai pertanggung jawaban. Sejak saat itu aku tidak lagi mengerti apa artinya teman.”
Lisa : kau.. tidak lugu seperti yang kukira. Kau..
Alun : tadinya.. tadinya aku memang gadis lugu yang manis. Semua orang bisa luluh hanya dengan senyumanku. Tapi sekarang kukira untuk apa lagi aku melakukan hal itu. Hidupku kini kuhabiskan di jeruji besi. Yang orang tau sekarang aku adalah seorang pembunuh. Seorang narapidana. Menjijikkan.
Lisa : jadi apa rencanamu?
Alun : rencana??
Lisa : yahh.. rencanamu. Melihat gerak-gerikmu mana mungkin kau tidak memiliki rencana.
Alun : aku memang memiliki rencana. Aku berniat pergi dari tempat....
Nora : heyy alun.. !! apa maksud perkataanmu.. !!
Alun : kakak... sudah bangun yahh..
Nora bangkit dari sudut ruangan mendekati mereka berdua. Alun langsung mendekati nora. Lisa melihat gerak gerik perubahan pada tingkah alun.
Nora : apa maksud perkataanmu? Apa rencanamu?
Alun : aku bermaksud kabur dari tempat ini bersama kakak.. dan juga lisa tentunya kalau dia bersedia ikut.
Nora : apa itu mungkin.. ! bagaimana bisa kita melakukannya..,
Alun : tentu saja bisa. Karena aku punya ini. ( mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya.)
Nora & lisa : KUNCIII... !!!
Lisa : bagaimana bisa kau mendapatkannya?
Alun : sssttt.. suara kalian bisa membangunkan semua penjaga disini. aku mencurinya dari meja penjaga itu.
Nora : jadi.. kehebohan yang terjadi akibat kunci yang hilang itu kau yang membuatnya? Tapi.. bagaimana cara kau melakukannya?
Alun : ketika sipir itu menyuruhku mengambil tumpukan piring kotor dibawah mejanya. Kesempatan itu kupergunakan untuk mengambil kunci yang ada diatas meja. Saat itu kita baru selesai membersihkan halaman belakang. Bodoh sekali kan?
Nora : kau yang bodoh alun.. walaupun kunci itu ada ditangan kita. Tetap saja kita tidak bisa kabur dari tempat ini. Sipir itu kan selalu ada disini. dia selalu mengawasi kita bersama kedua temannya. Bagaimana cara kita untuk kabur??
Alun : aku sudah mengaturnya kak.. serahkan saja padaku. Dengan obat bius ini.
Nora : darimana kau mendapatkan barang-barang seperti itu sementara kita terus berada diruangan ini.
Alun : darimana itu tidak penting kak.. yang penting itu aku dan kakak bisa keluar dari tempat ini. Kita akan pergi dari tempat ini malam hari. Karena dimalam hari hanya ada satu sipir penjaga. Dan dua temannya pasti sudah pulang. Tapi disini aku butuh bantuan kakak..
Nora : apa itu?
Alun membisikkan sesuatu ditelinga nora. Nora mengangguk-angguk dan tersenyum. Lisa melihat gerak-gerik alun yang mencurigakan.
Nora : baiklah.. berarti kita hanya perlu menunggu malam. Kalau begitu aku masih punya waktu untuk tidur. Tapi aku akan kekamar mandi sebentar. Perutku sakit sekali.
Nora berjalan kearah jeruji besi dan menggedor-gedor pintu itu. Tak lama datanglah sipir penjaga.
Polisi : ada apa.. !
Nora : aku ingin kekamar mandi.
Polisi : kau ini.. kerjamu hanya makan, tidur, dan buang hajat saja. dasar gendut.. ayo cepat.. ! aku akan menungguimu di depan pintu.
Sipir dan nora pergi keluar meninggalkan ruangan.
Lisa : apa yang kau katakan padanya?
Alun : aku hanya menyuruhnya untuk mengalihkan perhatian sipir itu nanti malam. Lalu pergi..
Lisa : apa maksudmu..? apa jangan-jangan kau berniat untuk tidak mengajak perempuan gendut itu pergi dari sini?
Alun : yahh.. tepat. Tentu saja tidak.
Lisa : tetapi kenapa? Bukankah kalian terlihat akrab.
Alun : sudah kukatakan. Aku tidak lagi mengerti apa artinya teman. Aku muak dengannya. Sudah 5 tahun waktu ku hanya dihabiskan untuk memijit badannya, Mendengarkan cerita bodohnya, dan membagi makananku padanya. Tidak sedikitpun aku mendapatkan keuntungan darinya. Perempuan gendut yang kerjanya hanya tidur dan tidur.
Lisa : tetapi kenapa kau harus mengambil keuntungan darinya? Berarti selama ini kau berpura-pura baik dihadapannya.
Alun : yahh.. benar. Aku memang berpura-pura baik didepannya. Penjara ini telah mengajarkan aku menilai siapa yang bisa diajak kerja sama atau tidak.
Lisa : lantas kenapa kau mengajakku kabur dari tempat ini.
Alun : dasar bodoh.. kau tidak mengerti juga. Untuk kabur dari tempat ini. Tidak mungkin hanya cukup sendirian saja. Aku membutuhkan tenagamu untuk menaklukan sipir itu. Badanku yang kecil ini tidak ditakdirkan untuk menyakiti seseorang. Tetapi otakku bisa digunakan untuk melakukan semuanya lebih dari itu. Oh iyah.. robek bajumu..
Lisa : apa?
Alun : robekan bajumu sedikit. Aku memerlukannya untuk nanti. Nanti malam kak nora akan mengalihkan perhatian dengan pergi kekamar mandi. Nah disitu kak nora akan menerobos sipir itu. sebelum kak nora sempat keluar dari ruangan kau harus membius sipir itu dengan sobekan bajumu.
Lisa : baiklah aku mengerti.
Alun memberikan sebotol kecil obat bius pada lisa. Tak lama kemudian Nora kembali bersama sipir penjaga dibelakangnya.
Poisi : cepat masuk.. rasanya jera sekali menemanimu di dalam sana. Bukan kah kau memakan makanan yang sama dengan teman-temanmu. Tetapi kenapa kotoranmu itu bau sekali.. akkhh...
Nora : maaf, perutku sakit sekali tadi.
Sipir pergi meninggalkan ruangan.
Alun : kakak kenapa?
Nora : perutku sakit sekali.
Alun : yasudah.. kakak tidur saja dulu. Nanti malam aku bangunkan.
Nora : baiklah kalau begitu. Kau juga tidur saja dulu. Wajahmu terihat pucat alun.
Alun : iya kak..
Nora berjalan kesudut ruangan dan kembali meringkuk tertidur. Alun dan lisa saling berpandangan..
Lisa : aku juga akan tidur sampai waktunya tiba.
Alun : baiklah, nanti aku akan membangunkanmu..

Suasana senyap. Nora dan lisa tertidur. Alun terduduk melamun didepan jeruji besi. melamunkan masa lalunya.. air mata menetes perlahan..
Malam pun tiba..
Alun : kakk.. bangun kakk.. lis.. lisaa.. bangun..
Nora : akkhhh.. aku paling benci dibangunkan saat tidur..
Alun : maaf kak.. tapi apa kakak lupa kita akan melakukan sesuatu..
Polisi : heyyy... kenapa kalian ribut sekali.. ! sudah malam waktunya tidur.. !
Alun : maaf pak.. tapi kak nora bilang ingin kekamar mandi. Perutnya sakit lagi.
Nora : heyy alun.. aku tidak mengatakan itu..
Alun mengedipkan kedua matanya.
Nora : akkhh.. iya perutku sakit sekali..
Polisi : kau ini.. makanya jangan rakus..
Nora : maaf.. tapi perutku benar-benar sakit sekali..
Polisi : sudah cepat keluar.. ! tapi kali ini aku tidak akan mengikutimu sampai kedalam. Aku benar-benar tidak tahan dengan bau kotoranmu.
Nora ; iy.. iya maaf..

Tiba-tiba nora berlari sekuat tenaga kearah sipir itu dan menerjangnya. Polisi itu terjatuh kebelakang dan nora menindih badannya. Lisa pun dengan sigap membekap wajah sipir itu dengan robekan kain bajunya yang telah diberi obat bius. Sipir itu meronta-ronta hingga akhirnya pingsan.
Nora : Nah.. selesai sudah.,
Lisa : polisi ini sudah kita singkirkan. Sekarang tinggal memutuskan siapa yang berhak keluar duluan dari tempat ini.
Alun : apa kau bilang? Berhak keluar duluan?
Lisa : yahh.. keluar duluan.
Nora : kalo bicara keluar duluan. Akulah yang lebih berhak, karena aku lah yang menerobos polisi itu dan menerjangnya hingga dia terjatuh.
Lisa : tidak.. ! aku lah yang lebih berhak. Walaupun kau yang membuatnya terjatuh tetapi aku lah yang membuatnya pingsan. Bisa saja dia membalas perbuatanmu kalo aku tidak membekap wajahnya.
Nora : aku yang berhak .. !
Lisa : aku.. !
Nora : aku.. !
Alun : heyyy... apa-apaan ini... diam kalian.., seharusnya akulah yang berhak keluar duluan dari tempat ini. Karena ide untuk kabur dari sel ini adalah punyaku.
Nora : apa kau bilang.. beraninya kau berkata seperti itu padaku alun..
Lisa : tapi alun, kalo tidak ada kami berdua tidak mungkin rencanamu itu bisa terlaksana dengan baik..
Alun : hmm.. okay baiklah.. mungkin memang hanya otakku yang bisa bekerja dengan baik.
Nora : apa kau bilang?
Alun : dengarkan aku dulu kak.. daripada meributkan siapa yang lebih berhak keluar duluan. Kenapa kita tidak keluar bersama-sama saja. Kita semua sama-sama berhak kan?? Bagaimana.
Nora : iyahh.. kau benar alun.. kau memang pintar..
Alun : kalo begitu sekarang sebaiknya kita singkirkan polisi ini terlebih dahulu.
Lisa : iyah.. kau benar.. tapi mau kita sembunyikan dimana?
Alun ; masukkan saja kedalam sel ini.
Nora : lisa.. kau angkat kakinya.. aku angkat lengannya.
Sementara nora dan lisa mengangkat polisi itu. Alun mengeluarkan kunci dari dalam sakunya. Dan mendorong tubuh lisa dari belakang hingga menimpahi tubuh polisi yang sedang mereka angkat. Setelah itu alun langsung mengunci pintu sel.
Nora : apa-apaan kau alun.. ! apa yang kau lakukan??
Lisa : alunn.. !!
Alun : hahahhahha.... selesai sudah rencanaku..
Lisa : rencanamu?? Apalagi rencanamu? Apa kau bermaksud keluar dari sini tanpa kami berdua..!
Alun : yahh.. tentu saja. Lagi pula kenapa aku harus keluar bersama kalian? Itu tidak termasuk didalam rencanaku.
Nora : kurang ajar kau alun.. ! alun..,  alun, keluarkan kami dari sini alun.. !
Lisa : alunn... !! keluarkan kami alun.. !!
Alun : tidakk.. ! nikmatilah sisa hidup kalian dipenjara.. terlebih kau nora.. bukankah kau penghuni lama disini.. sekalian saja buatlah hidupmu semakin lebih lama. Lama.. dan lama.. hahahhahahhaa... selamat tinggal semua..
Nora : alun.. ! brengsekk kau alun.. !!!
Lisa : alun.. !! sialan kau aluuuuunnnn...   !!!!
Nora & lisa : ALUUUNNN... !!!
Alun pergi meninggalkan ruangan itu, diiringi jeritan nora dan lisa.

SELESAI..

No comments:

Post a Comment

Advertisement

@Way2themes

Follow Me