Wednesday, 1 March 2017

TUTORIAL : Headpiece for bride

Hello dearest..

       Di awal bulan ini, aku mau cerita soal sesuatu. Haha.. Banyak hal yg ingin aku lakukan, kerjakan, dan khayalkan. Yah, itu bagian dari kehidupanku. Hal yang aku kerjakan biasanya diawali karena memang aku suka, penasaran dan ingin coba membuat sendiri. Salah satunya adalah, Aku adalah orang yg ketika jalan di mall, pajak dsb sibuk memperhatikan aneka ragam accesories handmade. Bukan untuk beli (ketika dompet tidak selalu berbicara) tapi sekedar lihat detail. Dan berpikir "aku juga bisa buatnya". Lalu dengan perasaan yg menggebu-gebu, aku langsung cari bahan dan membuatnya. Seperti awal tahun lalu, aku berhasil mempraktekkan beberapa buah handmade.
       Tapi ya namanya juga "aku" Hanya senang buat. Dan ide muncul ketika seorang teman berkata "kenapa tidak dijual saja?" lalu otak pun berpikir untuk berbisnis. Otak ku memang otak dagang, marketing lumayan tapi manajemen nya, amburadul. Haha.. And than aku banyak memproduksi accesories handmade. Tapi namanya juga aku, adalah orang yg hanya suka buat. Gak suka pakai, bahkan gak punya.
"manis kali ya ini, kau buatin punya orang. tapi kau sendiri gak punya"
"iya juga ya.." Mom : semua-semua kau kerjakan, tapi gak ada Satupun yg tuntas dan betah kau kerjakan. Anget2 taik ayam semuanya.
Aku : 😪 yg penting bahagia

Lah?

Dan benar saja, mulai lah rasa-rasa itu datang, rasa malas, rasa bosan, rasa ingin dimengerti (?)
Lalu bahan pun mulai diselingkuhin, mulai ditinggalkan, mulai jadi pajangan dan mulai di sembunyikan dari jangkauan. Fix : berhenti buat.
Mulai lagi hore-hore dengan aktivitas baru.
Mom : 😑

Hingga pada suatu pagi di awal bulan februari,
👰 : sist masih produksi handmade nya?
👧 : (karena gatau mau jawab apa) lagi off sist.
Akhirnya terjadi percakapan panjang lebar dengan aku dan kaka yg rupanya senior waktu sma. Setelah menimbang dan kembali memikirkan.
Pertama, pamali nolak rezeki
Kedua, kepercayaan customer nomor satu (trus kok diletak dibagian kedua?)
Ketiga, apa salahnya buat lagi.

Jadi aku "iyakan" request'an si kaka. Tiba dirumah.
Mom : buat lagi? 😒
Aku : 😄😅 Dan ini aku gatau kapan aku bosen lagi.

      Haha panjangnya lah prolog ini.. Intinya gaes.. Aku mau kasih tutorial ngebuat headpiece..
Alat dan bahan :
1. Gunting
2. Lem tembak ( aku sih nyebutnya begitu )
3. Kain kebaya 
4. Kain keras ( untuk alas )
5. Hiasan ( manik-manik, bunga kecil, pita , yang blingbling itu aku ga tau namanya )

    Kerena Headpiece ini untuk riasan kepala pengantin dan berhubung aku harus ngebuatnya sesuai dengan request'an disini aku menggunakan warna-warna yang soft seperti putih, putih tulang, cream dan peach.


      Nah, disini aku gak tampilin gambar kain kebaya yg belum dibentuk menjadi pola. ( gambarnya kehapus gaes ) tapi mungkin bisa sedikit aku ceritakan. 
*   Mula-mula gunting motif-motif bunga yang ada pada renda kebaya yang sudah kamu sediakan.
     Kemudian bentuk renda yang sudah digunting sesuai dengan request'an. Setelah dibentuk, lem
     dengan lem tembak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Dan tempelkan kain keras dibagian
     bawahnya agar headpiece nya tidak terlalu lemas. Kemudian rapikan pinggirannya dengan gunting
     atau pun lem.  taraaa... base nya sudah jadi.

Sekarang ayo kita buat hiasannya.. 
Pertama, kita bentuk pita menjadi bunga mawar. Look at this picture. kita butuh keterampilan tangan. next time aku kasih tau tutorial cara ngebuatnya. 

ini adalah penampakan bunga mawarnya


beri lem, dan tempelkan bunga mawar yang sudah dibentuk di atas base headpiece nya.
ini adalah penampakan headpiece setelah bunga mawar selesai ditempel.

      Kemudian, tempel bunga mawar ukuran kecil tepat disamping bunga mawar ukuran besar. sebenarnya dalam hal ini kamu bebas meletakkan dibagian mana saja sesuai dengan keingin kamu.



      Selanjutnya gunting bling-bling putih ini kecil-kecil seperti tampak pada gambar. lalu rekatkan dengan menggunakan lem. terakhir kamu tinggal tambahkan manik-manik, campuran warna putih dan putih tulang untuk mempercantik handmade kamu. 


tampak dari dekat

hasil akhir 
       Finishing, tinggal di pack. yuk buat packaging nya semenarik mungkin. kamu bisa gunakan kertas jeruk dan plastik kaca. tambahkan juga sedikit pita satin. jadi deh... 


     jadi dear, gampangkan.. oh iya satu lagi. buat kamu yang tertarik untuk coba dirumah. kamu juga bisa pergunakan barang-barang atau kain-kain perca yang sudah tidak terpakai. sisa-sisa bahan kebaya kamu juga bisa. nah kalo aku karena emang pernah niat berbisnis ini aku sempat beli beberapa warna kain kebaya untuk warna yang paling sering dipakai. kalau warna yang jarang dipakai aku biasa beli atau minta sama bude aku atau temen ibu ku yang berprofesi sebagai tukang jahit. jadi barang bekas juga bisa bermanfaat ya dear.  selamat berkreasiiii...

No comments:

Post a Comment

Advertisement

@Way2themes

Follow Me